Jumat, 18 Desember 2009

SINOPSIS SEONDEOK EPISODE 3

Moon noh bergegas menuju ruang bersalin. Permaisuri melahirkan bayi wanita kembar. Raja sangat panik dan mengambil salah seorang bayi, meminta maaf pada putrinya dan menyerahkannya pada So Hwa untuk dibawa pergi. Permaisuri memohon dan menangis agar putrinya dikembalikan padanya tapi Raja menutup pintu dan menyuruh So Hwa cepat pergi.

Moon Noh meminta ijin masuk dan Raja sangat lega melihat Moon Noh. Mi Shil datang untuk mengucapkan selamat. Raja keluar dan membawa seorang bayi perempuan. Raja mengangkat bayi itu ke langit dan mengumumkan : Ini adalah Putri Silla, Putri Cheon Myeong

Semua memberikan selamat. Sementara itu Moon Noh melarikan kudanya dengan membawa buntalan. Prajurit mengepung kudanya dan mulai menembak Moon Noh dengan panah. Moon Noh terluka dan menjatuhkan buntalannya. Ternyata hanya boneka. Mi Saeng dan Seol Won Rang heran dengan temuan ini.

So Hwa berusaha melarikan diri dengan bayi itu. Dia dihentikan oleh penjaga dan mereka mengenali So Hwa sebagai dayang Raja. So Hwa memberikan bayi itu pada penjaga dan berkata itu bukan bayinya. Penjaga itu menolak. Akhirnya So Hwa dibebaskan. (I don't know if she really meant that or just her tactic ..)

Mi Saeng berkata pada Mi Shil bahwa Moon Noh tidak membawa bayinya. Kalau bukan Moon Noh lalu siapa, perawat berkata bahwa So Hwa juga hadir tapi ia tidak terlihat lagi. Mi Shil meminta Seol Won Rang mencari keberadaan So hwa.

So Hwa ternyata sungguh2 ingin menyerahkan bayi itu pada penjags dan ingin meninggalkannya di sana. Penjaga berkata kalau So Hwa tidak membawanya ia akan mati. Akhirnya So hwa memandang bayi itu yang ternyata lucu dan seperti tersenyum padanya. So hwa berkata bahwa mulai sekarang ia adalah ibu bayi itu dan akan melindunginya dengan nyawanya. Penjaga itu senang dan berkata bahwa tidak baik meninggalkan seorang anak, bagaimanapun anak adalah berkah.

Mi Shil mendengar kabar tentang So Hwa dan bayi. Seol Won Rang bertanya kemana So Hwa. So hwa telah pergi sekitar 15 menit. Seol Won Rang berkata tidak ada waktu lagi dan mereka harus mencari So hwa. Mi Shil melihat ke langit dan mendapati bahwa bintang Utara terpecah, saat itulah Mi Saeng berkata mengapa bintang Utara sekarang menjadi 8 bintang?

Bintang Utara dalam tradisi Cina dan Korea terdiri dari 7 bintang (kalo ada yang pernah lihat Return of the Condor Heroes, itu ilmu pedang dari Coan cin pay, ilmu pedang 7 bintang utara. Di To Liong To juga ada, yaitu ilmu pedang Bu Tong Pay, akarnya sama sih..).

Moon Noh memberikan surat pada Mi shil dan mengingatkannya tentang ramalannya. Mi Shil meremas surat itu dan pergi ke pasukannya. Mi Shil membunuh penjaga yang meloloskan So Hwa. Mi Shil : Manusia dapat melakukan kesalahan tapi tidak pasukanku.

So Hwa yang berusaha melarikan diri dikejar oleh pasukan Hwa rang dan mereka tertangkap. So hwa hampir dibunuh kalau saja Moon Noh tidak muncul. Moon Noh menembakkan panah dan saat bayi itu terlempar di udara, Moon Noh melompat dan menangkap bayi itu dan mengikatnya di badannya. (persis adegan Xiao Lung Ni berebut baby Kwee Xiang ama Kim Loen Hoat Ong and Lie Mo Coe he..he)

Moon noh berhasil mengalahkan Chil sook dan melepaskan So hwa, bertiga melarikan diri dengan kuda.

15 tahun kemudian, Gurun Taklamakan, Xinjiang Uighur, China

Chil Sook masih berusaha mencari So hwa dan bayi itu. Chil Sook sudah mengejar sampai Zhejiang di Cina saat dia tahu bahwa mereka naik kapal ke Hangzhou. Selama ini Chil Sook mencari So hwa dan ia tahu jika ia kembali tanpa mereka, ia harus mati di depan Mi Shil.(ck..ck padahal udah 15th, disersi aja sekalian, setia banget sih..)

Chil Sook melakukan perjalanan dengan seorang guide wanita. Chil sook berkata bahwa tempat yang ditujunya adalah pusat perdagangan internasional. Chil Sook mendengar tentang pedagang Romawi yang membayar tinggi untuk jasa pengawalan. Guide itu sangat senang, Chil Sook benar2 beruntung, dia dapat mengenalkan Chil Sook pada orang yang tepat.

Guide itu adalah Deok Man putri Raja Jinpyeong, kelak akan menjadi Ratu Seon Deok, penguasa ke-27 Dinasti Silla (astaga..kasihan deh Chil Sook..). Deok Man berkata, kalau saja Chil Sook tidak bertemu dengannya, ia pasti akan tersesat di gurun. Chil Sook memuji bahasa "gyerim" Deok Man (bahasa Silla), Deok Man berkata ia belajar dari orang-orang asing di sini.

Chil sook cemas mereka tersesat, tapi Deok Man berkata tidak perlu takut, kalau tersesat lihat bintang saja. Bintang selalu menuntunku pulang. Deok Man membawa Chil Sook ke rumahnya. So Hwa (masih saja kikuk dan suka terpeleset he..he) menyambut Deok Man dan menyadari ada tamu. Deok Man meminta Chil sook menginap karena mereka juga menyediakan kamar. So Hwa mengantar tamunya dan ketika Chil Sook memita teh dalam bahasa gyerim, So hwa kaget. Chil Sook mengira So hwa tidak mengerti, maka ia kembali berbahasa Mandarin. Chil Sook merasa mengenali So Hwa, tapi entah dimana (ya iyalah dah 15 th gitu..).

Deok Man kedatangan tamu bernama Cartan dari Roma, mereka sepertinya akrab Deok Man mengeluarkan buku Bioi paralleloi (Parallel Lives) karangan Plutarch. Buku ini ditulis dalam bahasa Yunani. Deok Man menanyakan beberapa pertanyaan dari buku itu pada Cartan (Deok Man bisa bahasa Yunani? wow..) Deok Man berkata bahwa buku ini sangat berharga baginya.

Saat itu ada pedagang Mesir berteriak memanggil Cartan. Mereka bertiga mendiskusikan bahwa ada larangan berdagang teh, mereka yang tertangkap akan dihukum. Cartan kaget dengan hukuman yang berat itu. So Hwa menyajikan teh di kamar Chil Sook. So Hwa meminta Chil Sook untuk beristirahat.

Deok Man mengerti keresahan para pedagang tentang larangan perdagangan teh, kemudian Deok Man mengusulkan untuk menyelundupkan teh. Deok Man mengadakan barter untuk membagi rencananya. Deok Man sangat senang dengan hasil barternya, ia memperoleh buku Jeong Gwang Ryeol (buku sistem kalenderisasi dinasti Wei Utara) yang terkenal, hwa ju /kaca pembesar.

So Hwa bertanya pada Deok Man mengenai Chil sook yang mengerti bahasa Silla. So Hwa bertanya apa Deok Man cerita kalau ayahnya berasal dari Silla, Deok Man berkata tidak karena ibu melarangnya. Deok Man bertanya mengapa ibu tidak pernah bercerita mengenai ayahnya, apa ibu malu? So Hwa terbatuk dan Deok Man menenangkannya.

Aku dapat hidup tanpa ayah, tapi jelas tidak tanpa ibu. Ibu ayo kita ke Roma. Mengapa tanya So Hwa, apa karena Cartan ? Bukan, karena aku ingin mencari obat untuk ibu. So Hwa menderita penyakit paru-paru karena menahan nafas saat di dalam gua. Waktu itu Chil Sook menyalakan api di depan gua dan membuat So Hwa sesak napas, efeknya ternyata membekas.

Sementara itu, di kerajaan Silla
Mi Shil masih merisaukan susunan bintang dan ada kabar bahwa Pangeran telah meninggal. Ternyata selama ini Raja dan Permaisuri berusaha mendapatkan penerus Silla, tapi selalu gagal karena Pangeran sakit dan meninggal. Permaisuri menangis dan menyalahkan dirinya. Ia merasa ini benar-benar kutukan. Ia merasa bersalah karena melahirkan putri kembar sehingga tidak akan ada pewaris laki-laki di istana.

Permaisuri dan Putri Cheon Myeong berduka di pemakaman istana. Ketika melihat ketiga nama adik laki-lakinya, Putri Cheon Myeong bertanya apakah ia membawa semacam kutukan. Permaisuri berkata itu omong kosong dan melarang Putri untuk menyanjung dengan bibirnya atau meracuni pikirannya.

Putri Cheon Myeong teringat saat adiknya meninggal, Mi Shil berbisik bahwa ini adalah salahnya, kemudian setiap kali ada pangeran lagi, mereka juga akan mati. Mi Shil menyajikan teh untuk Putri Cheon Myeong. Putri bertanya apa maksud perkataan Mi Shil dulu. Mi Shil berkata Putri tidak perlu malakukan apa pun untuk bertahan. Putri Cheon Myeong tercekat dan Mi Shil senang.

SINOPSIS SEONDEOK EPISODE 2

So Hwa mencari cara agar Baek Jeong dapat meninggalkan istana mencari Maya. So Hwa takut Mi Shil akan menikahi Baek Jeong, ini sangat tidak adil buat Maya. Baek Jeong berkata Mi Shil itu licik sekali seperti ular dan kalajengking. Maya masih ditahan oleh pasukan Hwa Rang.

Mi Shil menyajikan teh untuk suaminya (Se Jong) dan mengatakan dia akan segera menjadi Permaisuri Baek Jeong (ini cewe benar2 deh..). Se Jong tahu bahwa tak seorang priapun yang mampu mengambil dan menaklukkan hati Mi Shil. Se Jong hanya membenci dirinya sendiri.
Seol Won Rang melapor pada Mi Shil bahwa Baek Jeong menghilang dan Mi Shil berkata bahwa Baek Jeong harus ditemukan. Moon noh berusaha menyelamatkan Maya. Maya dibawa keluar dengan pisau di leher. Moon Noh harus berhenti atau Maya akan dibunuh.

Baek Jeong dihalangi oleh Seol Won Rang dan dibawa kembali ke istana. Maya dan Moon Noh akan dilempar ke laut dan ditenggelamkan. Keduanya terjatuh, Moon Noh pingsan dan Maya berusaha untuk melepaskan diri.

Baek Jeong dibawa ke istana. Seol Won Rang membunuh semua yang terlibat dalam penculikan Maya dan Mi Shil sangat puas. Mi Shil mengangkat Baek Jeong menjadi Raja Jinpyeong dan membuat Jinpyeong sebagai bonekanya. Mi Shil mengajukan usul pernikahan karena Maya telah menghilang selama 6 bulan. Kerajaan tidak boleh tanpa seorang Permaisuri. Raja Jinpyeong mengatakan ia tidak memiliki pendapat dan meninggalkan ruangan.

Raja Jinpyeong duduk termangu, So Hwa melihatnya dari kejauhan. Kemudian Eul Jae kembali dari Cina. Raja sangat senang Eul Jae kembali. Se Jong khawatir akan kehadiran Eul Jae tapi Mi Saeng adik Mi Shil berkata ia tidak perlu cemas karena ini berbeda dari 4 tahun lalu.
Semua mendesak Raja untuk segera mengangkat Permaisuri. Mi Shil mengajukan diri sebagai Permaisuri, tapi Eul Jae menolaknya. Menurut Eul Jae, Mi Shil seharusnya menjadi biksuni. Mi Shil adalah seorang Won Hwa jadi apapun yang ia lakukan haruslah untuk negara. Semua setuju Mi Shil menjadi Permaisuri hanya Eul Jae yang tidak setuju.

Saat mereka ribut, Moon Noh masuk. Anggota dewan berkata Moon Noh tidak berhak masuk ke ruangan ini. Kemudian Moon Noh mengumumkan kedatangan Permaisuri.
Moon Noh : Perhatian dan berikan salam, kedatangan Permaisuri (wee..I like this scene. I got goosebumps..)

Pintu terbuka dan Maya muncul dan berjalan dengan berani ke arah Raja Jinpyeong. Semua kaget dan memberi hormat kepadanya karena sekarang ia adalah Permaisuri. Raja sangat senang dan memeluk isterinya. Maya dan Moon Noh berkata bahwa mereka diculik dan bahkan dilempar dari tebing. Belati mendiang Raja Jinheung-lah yang telah menyelamatkannya karena ia dapat memutuskan tali yang mengikatnya.
Raja dan Maya merasa Mi Shil adalah dalang dibalik semua ini. Raja sangat senang melihat kandungan isterinya juga selamat dan sehat.

Jinpyeong : Terima kasih Permaisuriku, terima kasih.

Mi shil menelan harga dirinya. Permaisuri bercerita tentang apa yang ia alami kepada Raja. Moon Noh berkata bahwa keinginan hidup Permaisuri sangat tinggi. Permaisuri justru berkata bahwa anak di dalam rahimnyalah yang membuatnya bertahan, ia merasa anak itu menendangnya, ia pasti anak yang sangat nakal.
Raja menyentuh perut Permaisuri dan bersumpah pada anaknya bahwa ia akan membuat anaknya melihat bahwa ia adalah Raja yang baik dan meminta bantuan Eul Jae dan Moon Noh. Raja membagikan mimpi mendiang kakeknya untuk menyatukan Silla.

Moon Noh dan Eul Jae setuju untuk membantu Raja. Eul Jae berkata bahwa Moon Noh tahu kapan saatnya dia akan kembali dan kapan dunia akan menjadi lebih baik. (well..biarpun kenyataannya dunia tidak lebih baik sekarang, everybody knows that.)
Eul Jae dan Moon Noh menemui Mi Shil. Mi Shil bertanya apakah Moon Noh memutuskan kembali karena tahu bahwa ia tidak akan menjadi Permaisuri? Mi Shil bertanya apa yang dilihat Moon Noh saat Raja Jinheung meninggal. Apakah ia tidak akan pernah menjadi Permaisuri.

Moon Noh berkata bahwa sebelum bintang kedelapan dari Rasi Bintang Utara muncul, dunia masih dikuasai oleh Mi Shil dan dia akan tak terkalahkan. Moon Noh berkata bahwa Mi Shil mendapat kemurahan langit. Moon Noh dan Eul Jae pergi. Mi Shil terganggu dengan penglihatan Moon Noh. Eul Jae heran mengapa Moon Noh mengungkapkan hal ini pada Mi Shil.

Moon Noh tidak tahu apakah itu kehendaknya yang telah mengubah mimpinya. Eul Jae berkata ada yang datang dan ada yang pergi itu adalah siklus kehidupan. Mi Shil pergi ke kuil dan meditasi. Seo Ri bertanya mengapa Mi Shil ingin sekali menjadi Permaisuri. Padahal Mi Shil sudah memiliki segalanya tanpa menjadi Permaisuri. Mi Shil berkata biarpun ia telah memiliki segalanya, itu tidak berarti jika ia tidak menjadi Permaisuri. Seo Ri : Yah bagaimanapun kau ini seorang wanita, kejayaan seorang wanita adalah menjadi Permaisuri bagi bangsa.

SINOPSIS SEONDEOK EPISODE 1

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSx3I1Lz2K7V6_N91D-k3vilogMv15KLot73dwCw62P11TV8w6d0LreVHaYBCx1jYs8Eu6cGserd0XiW3TA-xC50etAzO9HbS0kH3zU-vzEZKWozgc8hjG3i8bo3PK0JIWsoWGD9i54z0/s320/seondeok1_1.png
Narasi : Ketika Surga dan Bumi belum dipisahkan. Ketika masih ada 2 matahari dan 2 bulan. Ketika matahari menjadi Bintang Utara dan bulan menjadi Bintang Pembajak. Sisa dari pecahan bintang menjadi manusia. Bintang yang lebih besar mewakili penguasa. Yang terbesar dari antara mereka menjadi Raja Jinheung, mengangkat sebuah kerajaan yang lemah bernama Silla menjadi kerajaan yang besar.

Ketujuh bintang yang paling terang dalam Ursa major juga dikenal sebagai pembajak.

Raja Jinheung (540-576) adalah raja ke-24 dinasti Silla. Satu dari Tiga Kerajaan di Korea. Dia mengikuti Raja Beopheung(514-540) dan diikuti Raja Jinji (576-579). Jinheung adalah keponakan Raja Beopheung. Raja Jinheung adalah salah satu Raja terbesar dinasti Silla dan bertanggungjawab memperluas wilayah Silla. Dia dan Raja Seong, Raja ke-26 dari Baekje, bertempur diatas lembah sungai Han. Raja Jinheung memenangkan pertempuran dan berhasil memperluas wilayah Silla. Dia dikenang oleh rakyat Korea sebagai salah satu penguasa terbesar Silla dan Korea.

Raja Jinheung sedang mengendarai kudanya untuk memeriksa perbatasan. Pendeta utama sedang memimpin doa saat tiba-tiba diserang. Raja Jinheung disergap dan dia terjatuh dari kudanya. Penyerang itu dikirim oleh Baekje yang ingin menuntut balas untuk Raja mereka. Kemudian datang bantuan dari pejuang bertopeng yang mengendarai kuda. Pejuang bertopeng itu berhasil mengalahkan semua pembunuh itu dan membunuhnya dengan cambuk rantai. Cambuk rantai adalah salah satu senjata mematikan dari 18 senjata dalam ilmu seni bela diri dan biasa dipakai oleh seorang wanita karena ringan dan mudah digerakkan.

Ternyata si pejuang bertopeng adalah Mi Shil yang meminta pengampunan pada Raja Jinheung karena ketidakmampuan mereka menjaga Raja. Raja berkata dia tidak bersalah karena ini karena dia keras kepala dan tidak mendengarkan Mi Shil, seharusnya dia tidak memeriksa perbatasan sendirian. Mi Shil ingin membawa Raja kembali ke istana tapi Raja menolak. Raja ingin cucunya Baek Jeong melihat Bukhansan diseberang Silla.

Bukhansan atau Gunung Bukhan adalah gunung di sebelah utara Seoul. Seoul dibatasi oleh gunung Bukhan. Di puncak gunung ini Raja memuji semua usaha yang dilakukan anak buahnya dalam menaklukkan Bukhansan. Raja memuji Eul Jae yang berhasil mengatur dan menstabilkan kondisi istana, memuji Se Jong dan Bo Jong atas keberhasilan mereka mengatur rumah tangga istana. Memuji Mi Shil sebagai Kapten Kolonel Pasukan Wanita Hwa Rang yang menjaga keluarga Raja. Memuji Seol Won Rang dan Moon Noh, tapi Moon Noh tidak hadir. Raja menyerahkan Silla dalam perlindungan mereka, karena keberadaan mereka-lah Silla menjadi seperti ini.

Raja berkata pada cucunya Baek Jeong yang kelak menjadi Raja Jinpyeong untuk melanjutkan harapannya, bahwa orang-orang yang hadir di sini sekarang akan membantunya mewujudkan mimpinya. Tapi Pangeran Geum Ryun, kelak menjadi Raja Jinji merasa tidak senang. Pangeran Geum Ryun adalah putra ke-2 Raja Jinheung.

Dalam perjalanan kembali ke istana, Mi Shil menemani Raja Jinheung di dalam keretanya. Mi Shil berkata kalau bukan Raja Jinheung pasti tidak akan memiliki mimpi besar seperti ini. Raja berkata Mi Shil juga dapat mencapai mimpi seperti itu. Tiba-tiba kereta berguncang dan teh Raja Jinheung tumpah. Mi Shil memeriksa dan ternyata salah seorang pemegang tandu tegelincir, Mi Shil memberi isyarat dengan matanya agar orang itu dibunuh. Kemudian dia berkata pada Raja bukan apa-apa, cuma masalah kecil.

Raja Jinheung bercerita tentang pengalamannya ketika berburu dan membunuh harimau dengan pisau kecil. Mi Shil heran bagaimana Raja mampu membunuh harimau hanya dengan belati atau pisau kecil, Raja berkata karena harimau itu menggigitnya, maka ia mampu menusuk tenggorokan harimau itu dengan belati sehingga harimau itu mati. Dia juga berkata bahwa saat berburu ia pergi sendirian tapi dia berhasil meyakinkan orang untuk mengikutinya sehingga dengan bantuan mereka, ia berhasil dalam perburuan. Penguasa tidak diberikan oleh surga tapi rakyatlah yang memberikannya. Mi Shil berterima kasih atas pelajaran hidup yang dalam dari Raja. Tiba-tiba Raja batuk darah, ternyata Raja menderita hemoptysis (batuk berdarah).

Kembali ke Gyeongju (Ibukota Silla). Mi Shil kaget dengan kondisi Raja yang memburuk. Raja Jinheung meminta Mi Shil menyediakan kertas dan tinta. Raja mendiktekan surat wasiatnya kepada Mi Shil.

Raja : Aku memutuskan bahwa penerusku adalah cucuku Baek Jeong. Dengan Eul Jae sebagai penasihat. Mengenai Pangeran Geum Ryun dan Sae Ju Mi Shil, mereka tidak dapat mempengaruhi keputusan dalam politik pemerintahan. Mereka harus mengikutiku dalam keabadian. (STeve : Tp misHil kan so sMart,,,,)

Mi Shil yang sedang menulis kaget dan tercekat. Raja bertanya apa ia merasa bahwa itu tidak adil? Mi Shil membantah bahwa Raja akan pergi, Mi Shil berkata ia akan meninggalkan hidup duniawi. Raja bertanya apa Mi Shil akan mematuhi perintahnya, Mi Shil berkata ia akan menjalankan agama Buddha dan berdoa untuk Raja. Mi Shil meninggalkan kediaman Raja.

Raja memanggil Eul Jae dan Baek Jeong ke kediamannya. Kemudian Seol Won Rang datang. Raja berkata tentang testimoninya pada Mi Shil. Seol Won Rang berkata agar Raja tidak berkata hal-hal yang tidak benar. Raja berkata Seol Won Rang dan Moon Noh pasti tahu kondisi kesehatannya. Raja menurunkan titah rahasia pada Seol Won Rang dan memintanya untuk mendekat dan menerima surat.

Raja meminta Seol Won Rang untuk membacakan perintahnya. Raja memerintahkan agar Mi Shil dibunuh. Seol Won Rang kaget. Raja berkata Mi Shil tidak akan pernah mengikuti perintahnya sesuai testimoninya. Saat ia hidup, Mi Shil adalah harta berharga untuk Silla. Tapi setelah ia meninggal, Mi Shil adalah bencana yang akan mengancam Silla. Raja bertanya apa Seol Won Rang akan mematuhinya, dan Seol Won Rang bersumpah untuk mematuhinya. Raja merasa tenang. Seol Won Rang mengambil surat perintah dan pergi.

Raja batuk keras dan menolak saran Kasim untuk memanggil dokter istana. Raja heran mengapa cucunya Baek Jeong dan Eul Jae belum datang setelah dipanggil sekian lama. Kasim berkata mereka akan segera datang. Raja meminta Kasim dan dokter istana pergi, dia hanya ingin melihat Baek Jeong. Seol Won memberikan perintah rahasia itu pada Mi Shil dan memintanta untuk membaca perintah itu. Seol Won berkata bahwa Raja sudah terlalu jauh, Mi Shil berkata Raja adalah Raja besar dinasti Silla jika Raja tidak bijaksana tidak mungkin mencapai posisi ini.

Seol Won Rang adalah kapten ke 9 dari pasukan Hwa Rang dan..kekasih Mi Shil.

Seol Won bertanya pada Mi Shil apa yang akan dilakukannya, Mi Shil berkata apa lagi yang bisa dia perbuat. Mi Shil heran mengapa Eul Jae belum juga tiba di istana. Pendeta Moon Noh masih berdoa di gunung, Mi Shil berkata ini kehendak langit, dia meminta Seo Won Rang bersiap. Sementara itu Moon Noh di gunung berdoa, membaca bintang, dan mencoba melihat apa yang akan terjadi.

Seol Won Rang mengumpulkan prajuritnya dan bersiap untuk penyerangan. Baek Jeong kaget saat mengetahui bahwa kakeknya menyerahkan takhta padanya. Raja bertanya apa Baek Jeong mampu.Baek Jeong berkata bagaimana ia bisa, Raja meyakinkan Baek Jeong bahwa ia pasti mampu. Baek Jeong takut jika Raja sudah meninggal, dia tidak akan mampu naik takhta. Raja meminta cucunya mendekat dan memberikan belati kecil. Raja berkata belati itu telah menyelamatkan nyawanya. Raja berkata Baek jeong harus melindungi dirinya dan juga Silla. Baek Jeong berkata is tidak bisa. Raja meminta cucunya menyelamatkan Silla dari penderitaan. Raja batuk dengan hebat, Baek Jeong sangat khawatir.

Seol Won Rang memimpin pasukannya ke istana dan menghentikan siapapun di depannya. Sementara itu Raja hampir kehabisan napas dan Baek Jeong hanya dapat memanggil kakeknya dengan cemas. Raja mengumpulkan kekuatannya dan meminta Baek Jeong mewujudkan mimpinya. Mimpinya adalah Silla harus menyatukan ketiga kerajaan menjadi satu Kekaisaran Silla. Raja muntah darah, Baek Jeong lari dan mencari bantuan. Mimpi Raja adalah harapan satu-satunya bagi Silla untuk bertahan selamanya.

Obor Moon Noh mati. Itu pertanda bahwa Raja Jinheung telah berpulang. Seol Won Rang bersiap melakukan kudeta dan membunuh semua yang menghalanginya. Mi Shil masuk ke istana dan membawa semangkuk obat. Baek Jeong melihatnya dan masuk ke ruangan kakeknya. Mi Shil membawa obat menghadap Raja. Raja seperti duduk di takhta. Mi Shil meminta Raja meminum obatnya tapi tidak ada jawaban. Mi Shil mendekat dan memeriksa, badan Raja telah dingin. Mi Shil memeriksa denyut nadi Raja. Mi Shil berkata pada mayat Raja bahwa dia akan mengingat selamanya rasa terimakasih Raja padanya dan Mi Shil menuangkan cairan obat ke dalam pot tanaman bonsai.

Baek Jeong menjadi saksi atas semua itu, ia ada di belakang takhta Raja. Pengikutnya masuk, dan Mi Shil berkata pada mayat Raja bahwa ini adalah masanya. Ia akan tidak terkalahkan. Roh Raja Jinheung mendatangi Moon Noh (??) dan berkata sebelum rasi bintang utara/pembajak berubah menjadi 8 bintang, Mi Shil akan tak terkalahkan. Saat bintang yang mampu mengalahkan Mi Shil lahir, itu adalah hari dimana bintang utara memiliki 8 bintang.

Mi Shil meninggalkan istana dengan perasaan menang, Baek Jeong melihat semuanya. Mi Shil mendatangi Pangeran Geum Ryun. Ia berkata bahwa pengganti Raja adalah keponakannya. Anak tertua mendiang Pangeran Mahkota Dong Ryun, yaitu Baek Jeong. Pangeran Geum Ryun marah. Mi Shil meyakinkan pangeran bahwa perintah Raja dapat diubah. Ini karena perintah Raja ditulis oleh tulisan Mi Shil, sebagai gantinya, Mi Shil ingin menjadi Permaisuri. Mi Shil bertanya apakah Pangeran bersedia. Mi Shil menggoda Pangeran Geum Ryun dan dilihat oleh Mi Saeng (adiknya).

Moon Noh mengendarai kudanya. Pasukan Hwa Rang menyiapkan pengangkatan Pangeran Geum Ryun sebagai Raja Jinji. Mi Shil duduk disebelah Raja sebagai Permaisuri. Baek Jeong juga hadir dalam acara penobatan itu. Semua menyatakan panjang umur kepada Raja.
Moon Noh datang terlambat sementara Seol Won Rang melihat Mi Shil yang sangat senang. Moon Noh menyadari bahwa ini adalah masa Mi Shil. Moon Noh menemui Eul Jae dan Baek Jeong. Baek jeong mencoba membujuk Eul Jae untuk membawanya pergi karena Eul Jae akan dikirim ke Dinasti Tang.

Baek Jeong merasa takut pada pamannya dan Mi Shil. Eul Jae berkata Pangeran tidak boleh seperti ini. Tempat Pangeran adalah di Istana dan Eul Jae berjanji akan segera kembali. Moon Noh masih teringat mimpinya tentang bintang ke-8. Sekarang sudah 4 tahun sejak saat itu.
Moon Noh memainkan pedangnya saat Seol Won Rang tiba dan Moon Noh berkata ia tidak akan memenuhi permintaan Seol Won Rang.

Mi Shil dikecewakan oleh Raja Jinji. Mi Shil membawa putrinya, anak Raja Jinji. Mi Shil bertanya mengenai janji Raja untuk mengangkatnya menjadi Permaisuri. Raja beralasan Mi Shil belum memberinya putra sedang selir lain sudah memberinya putra. Raja juga berkata bahwa pengangkatannya menjadi permaisuri tidak disetujui para menteri. Mi Shil mendesak Raja untuk mengambil keputusan karena ia telah menipu semua orang tentang wasiat Raja Jinheung.

Mi Shil kesal dan meninggalkan putrinya di takhta dan pergi begitu saja. Putrinya menangis.
Isteri Baek Jeong, Kim Maya mengandung dan ia bermimpi salah satu bintang Utara memasuki rahimnya. Dia berpikir itu adalah hal yang baik. Baek Jeong yang selama ini mengenakan belati kakeknya di lehernya melepaskan belatinya dan memberikan pada isterinya sebagai perlindungan.

Seorang pelayan, Jo Hwa masuk dan tersandung. Maya memintanya hati-hati. Jo Hwa berkata ini adalah Festival Nang Chon Chae (Festival Hwa Rang) mengapa mereka tidak menghadirinya. Maya akan pergi tapi ia ingin berdoa dulu di kuil. Baek Jeong pergi ke festival sendiri. Maya dan Jo Hwa pergi ke kuil dan kaget karena melihat pasukan Hwa Rang yang sedang mengenakan make-up (ini adalah Nang Jang Kyeol Yul yaitu misi bunuh diri pasukan Hwa Rang). Maya mengerti akan hal ini.

Maya meminta Jo Hwa melaporkan hal ini pada Baek Jeong. Sementara itu Raja dan Baek Jeong merasa heran karena isteri mereka tidak ada. Baek jeong melihat Jo Hwa mendekat dan saat Raja harus memimpin upacara, dia menyelinap menemui Jo Hwa.
Prajurit Hwa Rang berkata bahwa Raja tidak berhak memimpin upacara, dia tidak dipilih menjadi Raja. Mi Shil muncul dengan pasukannya dan melakukan kudeta lagi (what a woman..ck..ck). Seperti biasa Baek Jeong ada di belakang singgasana Raja dan kaget karena Mi Shil melakukan kudeta lagi.

Maya dikawal ke arah gerbang Utara dan diculik. Moon Noh melihat semuanya. Moon Noh melihat sulaman phoenix dari baju Maya diantara pintu. Moon Noh segera mencari Maya.
Raja Jinji merasa bahwa ini adalah konyol, tapi Mi Shil berkata bahwa pasukannya tidak akan mundur. Ini misi bunuh diri. Mereka akan berhasil atau mati. Mi Shil berkata bahwa Raja Jinji telah menipu rakyat. Seharusnya sesuai perintah mendiang Raja Jinheung, yang akan menjadi Raja bukan dia melainkan Baek Jeong. Perdana menteri menarik Baek Jeong keluar dan mengumumkan bahwa Baek Jeong adalah Raja Silla dan semua memberi hormat sebagai Raja baru.